Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Polisi: Situasi Selama Nyepi di Bali Aman

Pecalang Amankan Hari Raya Nyepi 2015
Denpasar - Kepolisian Daerah Bali menyatakan bahwa secara umum situasi di Pulau Dewata selama rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1937 berlangsung aman dan tidak ada gangguan keamanan yang menonjol.

"Kegiatan pengamanan selama Pengerupukan dan Nyepi tidak terjadi kasus yang menonjol," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Hery Wiyanto di Denpasar, Ahad.

Meski demikian, lanjut Hery, gesekan antarpemuda antarbanjar (dusun) sempat terjadi pada saat Pengerupukan atau sehari menjelang Hari Raya Nyepi, yang biasanya diwarnai arak-arakan "ogoh-ogoh" atau patung raksasa yang berwajah menyeramkan.

"Namun hal itu bisa diselesaikan secara musyawarah sehingga tidak berlanjut," ucapnya.

Sebelumnya menjelang pelaksanaan Nyepi yakni pada saat Pengerupukan, Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Ronny Frengky Sompie secara langsung memantau keamanan di dua wilayah hukum yakni di Denpasar dan Kabupaten Badung.

Mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri itu mengontrol pengamanan pawai "ogoh-ogoh" atau patung raksasa sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1937 yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2015.

Pihak kepolisian, kata dia, berkoordinasi dengan petugas keamanan adat khas Pulau Dewata atau pecalang untuk memastikan keamanan rangkaian Hari Raya Nyepi.

Hari Raya Nyepi merupakan hari suci umat Hindu yang berlangsung selama 24 jam dengan empat pantangan atau catur brata penyepian yakni Amati Karya atau tidak boleh bekerja, Amati Geni atau tidak boleh menghidupkan api atau lampu, Amati Lelanguan atau tidak boleh bersenang-senang dan Amati Leluangaan atau tidak boleh bepergian.


Penulis: Hazliansyah
Sumber: Republika

Tutup Akhir Tahun, Kebakaran Melanda Denpasar

Denpasar - Kebakaran yang melanda komplek pertokoan di perempatan Jalan Imam Bonjol, Teuku Umar, dan Marlobor, Denpasar, mengejutkan warga kota yang tengah menikmati libur hari Natal dan Tahun Baru 2014.

Api menghanguskan toko Surya Ban, dan dua toko lainnya yang berdampingan. Terjadi sekira pukul 09.00 WITA.

"Api benar-benar bisa dikuasai sekira pukul 11.00 WITA. Sekarang masih pendinginan," jelas Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Denpasar Made Prapta, saat dihubungi, Kamis (26/12/2013).

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, karena pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan data-data dan bukti di lapangan. Dari tiga toko yang terbakar, Surya Ban yang terparah, karena sebagian besar barang-barang di dalamnya gampang terbakar.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Denpasar mengerahkan sedikitnya empat unit mobil PMK untuk menjinakkan api. "Tadi, mobil-mobil PMK bolak balik mengambil air sungai tak jauh dari lokasi, ya sampai tujuh kali," imbuh Prapta.

Sampai saat ini, belum diketahui berapa kerugian akibat insiden di akhir tahun yang mengakibatkan arus lalu lintas macet beberapa lama mengingat lokasi persis dekat perempatan jalan.

Pemilik toko masih syok belum bisa dimintai keterangan terkait kebakaran tersebut. "Tadi waktu kami tanya, diam terus masih syok, belum ada laporan besaran kerugiannya," imbuh dia. (Snd)

Ribuan Personel Polisi Amankan Pelantikan Pastika-Sudikerta

Denpasar - Sebanyak 1.017 personel dari Polda Bali dan Polresta Denpasar diturunkan untuk melakukan pengamanan terhadap pelantikan Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali terpilih periode 2013-2018, Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Hariadi mengatakan, sebenarnya kekuatan personel yang diturunkan sebanyak 2/3 dari jumlah kekuatan yang ada di Polda Bali. "Sebenarnya itu merupakan bagian dari Operasi Mantapraja yang bertujuan untuk mengamankan seluruh proses dan tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali. Pelantikan itu merupakan bagian dari tahapan yang ada sehingga seluruh kekuatan dikerahkan termasuk melibatkan pasukan TNI, Satpol PP dan kesatuan lainnyan," ujarnya di Denpasar, Rabu (28/8).

Menurutnya, pengamanan dilakukan sesuai prosedur yang ada. Polri akan mengamankan dalam radius tertentu dari tempat pelantikan. Bahkan, beberapa ruas jalan yang dari dan menuju ke arah Kantor DPRD Bali dalam beberapa jam akan ditutup sementara dan akan dibuka usai pelantikan.

Seluruh pasukan akan ditempatkan sesuai pos dan tugasnya masing-masing. Bukan itu saja, pihak Polda Bali juga menyiapkan penembak jitu (sniper) guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama berlangsungnya seremoni pelantikan.

DPRD Bali meminta Polda Bali untuk mengoperasikan dua unit metal detektor di pintu masuk Gedung DPRD Bali. ”Khusus soal metal detector, memang kami yang meminta agar dioperasikan. Ini penting selain untuk kebutuhan pengamanan dalam pelantikan dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa Polda Bali sudah memiliki alat pendeteksi canggih tersebut,” kata Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Bali Putu Pande Malihana menyebut acara pelantikan itu akan dihadiri sekitar 600 undangan. “Kami menyebar sekitar 600 undangan,” ucap dia. (Arnoldus Dhae/Metro))

500 Paspor Warga Bali Hilang Dalam Setahun

Denpasar - Paspor hilang menjadi masalah rumit bagi Kantor Imigrasi di Bali. Jumlahnya kata Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkum HAM Bali, Tieldwiht Sabaru SH, hingga 40 paspor sebulan atau 500 paspor setahun.

"Ini serius, sebab angka itu yang dilaporkan ke Imigrasi Denpasar. Yang tidak dilaporkan pasti banyak juga," kata Sabaru, di Denpasar, Rabu (28/8).

Hal itu dikemukakan Sabaru, saat berbicara pada acara sosialisasi pelayanan penerbitan paspor RI. Sosialisasi dilaksanakan Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, dengan mengundang para kepala desa dan kelian banjar (ketua RW) se Denpasar.

Sabaru mengatakan, paspor hilang bukan masalah sederhana, karena bisa disalahgunakan orang yang menemukannya. Di luar negeri, paspor Indonesia diburu para sindikat, karena dianggap masih aman bila diganti fotonya dan dipergunakan orang lain.

"Makanya pemerintah memperketat pemberian paspor pengganti bagi mereka yang kehilangan paspor. Ini untuk menghindari akibat yang ditimbulkan," katanya.

Sabaru mempertanyakan sikap masyarakat yang kurang perhatian pada paspornya. Padahal, kalau kehilangan KTP mereka langsung kebingungan. "Padahal paspor tidak kalah penting dengan KTP," tegasnya. (Ahmad/ROL)

Imigrasi Dinilai Mempersulit

Denpasar - Sejumlah kepala desa dan lurah di Denpasar mengemukakan kalau masyarakatnya kerap dipersulit petugas imigrasi. Misalnya soal nama yang sedikit berbeda, diharuskan mengurus dan memperbaiki surat kenal lahir.

"Beberapa kali mereka mengurus surat keterangan, tapi ditolak. Padahal seharusnya hal itu bisa disederhanakan, karena sifatnya memperpanjang paspor," kata Lurah Dangin Puri Denpasar, Adnyana.

Hal itu dikemukakan Adnyana, di Denpasar, Rabu (28/8), saat tanya jawab pada acara sosialisasi penerbitan paspor RI oleh Kantor Imigrasi Denpasar. Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Sanur Kauh Denpasar Selatan, I Made Dana.

Mengomentari peserta sosialisasi, Kasubsi Perizinan Imigrasi Denpasar, Erna Loreta Silalahi mengatakan, perbaikan nama di paspor untuk keamanan dan kenyamanan WNI di luar negeri.
Sebab, bila ada nama yang berbeda atau memuat inisial seperti Ida Bagus yang disingkat IB, tidak akan diterima sistem imigrasi di luar negeri. "Jadi bukan mempersulit, tapi juga untuk kebaikan pemegang paspor," kata Erna.

Kegiatan sosialisasi penerbitan paspor, dilaksanakan untuk menyamakan persepsi antara kantor imigrasi dengan aparat desa soal KTP, akta kelahiran atau surat-surat lainnya. Sehingga bila ada warga yang ingin mengurus paspor, mereka langsung bisa mengarahkan untuk melengkapi syarat-syaratnya. (Ahmad/ROL)

Dewa Budjana Bangun Museum Gitar di Bali

Denpasar - Saat ini Dewa Budjana bukan sekardar musisi yang andal bermain gitar, namun ia sudah menjadi seniman. Pasalnya semua seluk-beluk tentang gitar ia perdalam, sampai-sampai ia membuat museum gitar yang memamerkan gitar bernilai seni tinggi hasil kolaborasi seniman rupa terkenal tanah air di Ubud Bali.

Gitar gitar yang akan ada di museumnya nanti adalah gitar-gitar hasil sumbangan dari musisi dan gitarin Indonesia yang diolah dengan dlukis dipahar bahkan dipatri dengan bahan logam.

Akan ada koleksi dari artis dan gitaris Indonesia seperti Crisye (alm), Ian Antono, Eros, Baim, Roma Irama, dan harusnya semua yang bersedia menyumbang, karena mungkin 10 atau 20 tahun lagi saya dan teman-teman yang gitarnya ada di museum itu belum tentu dikenal lagi," ujar Budjana.

Sekarang museumnya tengah dalam pembangunan. rencananya akan dilaunching ssekitar awal tahun 2014. Sementara itu budjana sedang membuat buku yang berisi tentang cerita seni 36 gitar yang akan ada di museum itu nanti. Bukunya akan dirilis 30 Agustus tahun ini.

70 Imigran Gelap Berhasil Kabur dari Bali

Denpasar - Sebanyak 70 imigran gelap asal Timur Tengah yang ditangkap di perairan Bali beberapa waktu lalu berhasil kabur dari penjagaan petugas dari tempat penampungan sementara di sejumlah hotel di wilayah Denpasar, Bali.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Denpasar Usman menyatakan jumlah petugas yang berjaga saat itu hanya dua orang sehingga tidak seimbang dengan jumlah imigran yang ditampung di tiga hotel di Bali.

"Polisi saat imigran itu kabur tidak sedang tidak berjaga maksimal karena berkonsentrasi pada pengamanan Pilkada. Mereka sebelumnya juga sempat melawan petugas kami yang berjaga," ujarnya, Kamis (23/5/2013).

Menurut Usman, saat melarikan diri, para imigran juga melawan petugas dengan cara melempari dengan batu sehingga petugas tidak bisa mencegah. Para imigran, kata Usman diduga telah merencanakannya dengan matang dan dibantu orang luar.

"Saat dilakukan pengejaran mereka sudah menghilang seperti sudah ada yang mengatur semuanya. Kami yakin mereka saat ini disembunyikat sindikat yang dulu membawa mereka," imbuhnya.

Usman menegaskan jika puluhan imigran gelap itu melewati bali, diduga akan menyeberang ke Australia. "Kini tinggal tersisa 12 imigran yang ditampung di hotel. Sedangkan tujuh imigran lagi sudah dideportasi ke negara asalnya di Iran," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian perairan Polda Bali pada 12 Mei lalu berhasil menangkap 98 imigran asal Timur Tengah saat menumpang kapal motor kayu di perairan Tanjung Benoa, Badung.[jat]

Dua Calon Gubernur Bali Sama-sama Yakin Menang


Denpasar - Dua pasangan yang berlaga dalam pemilihan Gubernur Bali 2013-2018 pada Rabu, 15 Mei 2013, sama-sama merasa menang. Pasangan  Puspayoga-Sukrawan (PAS) dan Pastika-Sudikerta (Pastikerta) sama-sama yakin unggul dengan melihat hasil hitung cepat. 

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristanto berharap semua pihak menghormati proses hitung cepat yang dilakukan berbagai lembaga survei. "Mari kita hormati seluruh hasil hitung cepat itu. Kita harus jaga Bali tetap kondusif," kata Hasto di kantor DPD PDIP Bali, di Denpasar, Rabu 15 Mei 2013.

Suasana kantor PDIP sendiri sudah semarak oleh kehadiran para kader yang melaporkan hasil penghitungan suara di TPS masing-masing. Setiap mereka datang dengan teriakan PAS, akan disambut gemuruh dengan yel-yel yang sama. Mereka yakin, PAS akan tetap unggul dalam penghitungan manual.

Sementara itu, calon Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta pendukungnya untuk tidak bergembira secara berlebihan. Meskipun, satu lembaga survei telah menyatakan dia sebagai pemenang dalam hitung cepat. "Hasilnya belum menunjukkan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kita tidak boleh lengah karena selisih suara sangat tipis," ujarnya. 

Pastika merasa bersyukur karena pemilihan berjalan lancar. Ia berharap, perkembangan selanjutnya tetap ada dalam suasana damai meski terdapat perbedaan-perbedaan dalam pilihan dan dukungan. Ia mengatakan akan menunggu hasil hitung manual yang dilakukan KPU untuk mengetahui siapa pemenang pemilihan Gubernur Bali ini.

Dalam pemilihan kali ini, ada tiga lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat. Hasilnya, PAS dinyatakan unggul oleh survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dengan perolehan suara 50,31 persen. Sedangkan Pastika-Sudikerta  memperoleh suara 49,69 persen.

Dari survei yang diselenggarakan Indonesian Research Center (IRC), Pasti-Kerta memperoleh suara 50,01 persen. Sementara PAS meraup dukungan sebesar 49,99 persen. Adapun hitung cepat yang digelar Jaringan Informasi Pemilu (Jarilu) juga menempatkan PAS sebagai pemenang dengan perolehan suara 50,4. Adapun Pasti-Kerta mendapat 49,6 persen. 

Pilkada Bali, Puspayoga dan Pastika Bersaing Ketat


Denpasar - Dua hasil hitung cepat menunjukkan hasil berbeda untuk Pemilihan Gubernur Bali, Rabu 15 Mei 2013 ini. Satu lembaga survei menyimpulkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Anak Agung Puspayoga-Dewa Sukrawan untuk sementara unggul dari pasangan petahana Mangku Pastika-Sudikerta. Sementara lembaga survei lain menyimpulkan sebaliknya.

Dari hasil hitung cepat versi Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Rabu, 15 Mei 2013, pasangan Anak Agung-Dewa unggul dengan 50,31persen atas pasangan Made Mangku-Sudikerta 49,69 persen. 

Peneliti SMRC, Denny Irvani menyebut margin error quick count sebesar 1 persen dengan mengambil 400 TPS sebagai sampel dari 6.371 TPS di Bali. Mengenai sebaran hasil hitung cepat,   Pastika unggul di Kabupaten Badung, Buleleng, Karangasem dan Klungkung. Sedang Puspayoga  unggul di Bangli, Denpasar, Gianyar, Tabanan dan Jembrana.

Untuk pemilihan 400 TPS sebagai sampel, kata Denny,  SMRC melihat jumlah pemilih terbanyak dan kawasan yang strategis yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali. 

Sementara, penghitungan cepat Indonesia Research Centre (IRC) menunjukkan hasil berbeda. Hasilnya, 50,01 persen untuk pasangan Made Pastika dan 49,99 persen untuk Anak Agung Puspayoga. IRC mengambil 300 TPS sebagai sampel.

Pencoblosan dalam Pilkada Bali mulai berlangsung sejak pukul 07.00-13.00 WITA yang diikuti sebanyak 2.925.679 warga Bali di 6.371 TPS. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum Bali Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, mengatakan, hasil penghitungan suara akan diumumkan maksimal 10 hari pasca pencoblosan.

Penjelasan Komandan Paspampres tentang Onthel Nyelonong di Bali



Nusa Dua - Insiden I Nyoman Minta 'nyelong' masuk Ring 1 pengamanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat pertunjukan Aerobatik pembukaan ASEAN Fair 2011 di Nusa Dua, Senin, 24 Oktober 2011, berbuntut panjang. Pria tua yang bekerja sebagai petugas kebersihan Pantai Nusa Dua, Bali, itu diinterogasi aparat karena aksi tak sengaja melenggang santai dengan onthel-nya di jalan steril karena kehadiran Presiden SBY dan tamu undangan. Lolosnya Nyoman dari pantauan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menjadi topok pembicaraan yang ramai. Meski berlapis, ternyata pengamanan orang nomor satu di Indonesia kecolongan. Komandan Paspampres Mayor Jenderal Agus Sutomo mengakui kejadian tersebut sebagai kesalahan anggotanya saat bertugas. Berikut wawancara dengan Mayor Jenderal Agus di Komplek Istana Negara, Jakarta, Selasa 25 Oktober 2011.

Bagaimana kronologis insiden I Nyoman Minta?

Mengenai kejadian saat kunjungan Presiden membuka ASEAN Fair di Bali, sebenarnya tidak boleh terjadi. Setelah selesai acara inti , ada agenda tambahan berupa demonstrasi udara aerobatik. Tiba-tiba ada pengendara sepeda masuk perbatasan antara ring dua dan ring satu. Dengan cekatan anggota kami di ring dua dari wilayah dan ring satu dari Paspampres menahan seorang bersepeda yang kemudian diketahui sebagai pak Nyoman Minta, seorang petugas kebersihan pantai. Saya selaku Komandan Paspamres yang bertanggung jawab di ring satu sangat prihatin. Karena semua di lingkungan VVIP pada prinsipnya adalah ancaman, baik manusia, makhluk hidup, binatang atau benda mati yang bergerak maupun tidak bergerak. Ancaman bersifat potensial maupun pasif, kebetulan kemarin ancaman pasif . Itu menjadi pelajaran kami untuk evaluasi ke depan supaya seluruh anggota individu mengerti tugas dan konsisten menjalankannya.

Kenapa bisa terjadi?

Kejadian di perbatasan ring dua dan ring satu. Yang bersangkutan sudah masuk ke ring satu beberapa meter atau jaraknya dengan Presiden sekitar 8 sampai 9 meter. Ada banyak faktor kenapa itu terjadi. Tetapi yang dominan adalah anggota lengah dan tidak konsisten dengan tugasnya. Kenapa saya bilang begitu, karena kebetulan kita semua menyaksikan aerobatik setelah acara pemukulan gong dan pawai.

Saya baca panduannya ada 15 materi demo udara, waktu kejadian itu aerobatik ketujuh. Sesaat saya melihat anggota mengamankan Pak Nyoman. Jadi anggota saat itu saya bilang lengah, karena ikut menyaksikan aerobatik udara, sehingga lengah tidak melihat sekelilingnya. Padahal saya selalu ingatkan semua anggota supaya selalu meningkatkan naluri intelijen dan kepedulian karena dijaga simbol negara. 'Kita harus berikan kontribusi rasa nyaman dan aman kepada VVIP. Itu bisa diberikan dengan semua bekerja berdasarkan kesisteman, tugas dibagi habis dan masing-masing individu harus mengerti.'

Pak Nyoman termasuk ancaman?

Itu ancaman pasif. Karena memang beliau murni tidak tahu, aktifitas Pak Nyoman setiap hari melalui tempat itu saat berangkat kerja, mau ke pantai maupun pulang dari pantai ke rumah. Di Bali sering banyak keramaian. Bagi Pak Nyoman mungkin sudah terbiasa dan ternyata benar setelah ditanya dia tidak tahu kalau ada Presiden. Dikiranya kerumunan orang saja.


Yang lengah di Ring 1 atau Ring 2 ?

Yang lengah di Ring 3, Ring 2, Ring 1, semuanya lengah. Karena Pak Nyoman berangkat dari pantai. Pantai langsung ke lapangan golf itu ring tiga. Dari lapangan golf ke trotoar itu ring dua . Begitu turun ke aspal dekat tamu undangan itu sudah ring satu. Jadi kami harus melihat secara utuh. Pengamanan VVIP ini kesisteman tidak bisa sektoral sehingga harus koordinasi, kerja sama. Pembagian tugas dan tanggung jawabnya kita atur dalam parameter, ring satu paspamres, ring dua wilayah dengan kepolisian, ring tiga juga wilayah dan kepolisian. Saya Danpaspampres bertanggung jawab terhadap Ring 1.

Ada sanksi buat anggota yang lalai?

Semua anggota yang lalai dalam tugas pasti ada sanksi. Dan yang berprestasi diberikan penghargaan, karena itu konsekuensi. Saya dan pimpinan sebelumnya selalu berpesan jangan pernah bermimpi di Paspampres mendapatkan penghargaan, pujian dan sebagainya. Tapi yang ada tugas dan tanggung jawab berat, resiko tinggi, dan sanksi di depan mata. Karena itu jangan mau berhadapan dengan sanksi, kuasai tugas, koordinasi yang baik, konsisten dan tanggung jawab.

Apa yang Anda lakukan setelah kejadian?

Sehabis kejadian seluruh anggota khususnya ring satu saya kumpulkan. Jumlah anggota kalau ke daerah yang advance 36 orang, melekat 20-an. Saya langsung evaluasi pengamanan. Di lapangan langsung saya kasih sanksi. Perwiranya saya langsung kasih sanksi. Soal bentuk sanksinya Itu seperti apa, masih bersifat internal. Ju'mat, saya evaluasi menyeluruh bagaimana meningkatkan sistem keamanan dengan meningkatkan sistem kualitas dan kuantitas, koordinasi secara intens, ketat dan tuntas.

Bagaimana tanggapan Presiden?

Kemarin saya dampingi Panglima dan Kapolri sebelum Presiden naik pesawat. Panglima lalu melaporkan ke Presiden. Tadinya saya melapor ke Panglima ijin ingin menghadap Presiden dan minta maaf. Karena beliau kan meski rasa amannya dapat, tapi rasa nyamannya terganggu. Kita harus minta maaf ke presiden supaya ke depan akan lebih baik. Presiden menyadari supaya ditingkatkan sistem keamanannya secara individu, jangan ada yang lengah lagi. Presiden juga lalu menyampaikan agar mengedapankan rasa kemanusiaan dalam menghadapi Pak Nyoman. Karena dia orang tua jangan dikasari.

Kami menjabarkan ke bawah harus hati-hati. Memang dia murni karena ketidaktahuan dan keluguan beliau. Ujug-ujug ada di sana, bersama wartawan, karena terhalang belok kanan turun ke aspal. Anggota baru lihat ada sesuatu diluar skenario acara. Presiden lihat reaksi saat anggota menahan Pak Nyoman itu sudah benar.

Ada teguran khusus ke Komandan?

Kebetulan Panglima di lapangan. Saya minta maaf ke panglima seharusnya (kejadian) tidak boleh terlalu dekat (Presiden). Panglima mengatakan ya sudah, nanti ada evaluasi bersama ke depan.

Hasil pemeriksaan kepada Pak Nyoman?

Aktifitas pak Nyoman memang setiap hari lewat situ. Tapi sekali lagi ini pelajaran berharga bagi kita semua, satu detik pun tidak boleh lengah.

Jurnalis Bali Gelar Aksi Keprihatinan Atas Terbunuhnya Ridwan



Denpasar - Sekitar 70 jurnalis di Denpasar, Minggu (22/8), menggelar aksi solidaritas dan keprihatinan atas tewasnya Ridwan Salamun, koresponden SUN TV di tual, Maluku. Serangan terhadap Ridwan dianggap sebagai teror dan ancaman ketika wartawan sedang bekerja untuk memenuhi hak publik atas informasi.

Aksi diawali dengan pembacaan pernyataan sikap bersama yang meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus itu. "Sebagaimana yang sudah dilakukan dalam kasus pembunuhan wartawan Radar Bali AA Narendra Prabangsa," sebut pernyataan itu.

Dalam pernyataannya, Jurnalis Bali meminta perusahaan media untuk lebih bertanggungjawab dalam melakukan perlindungan terhadap jurnalis, khususnya yang bertugas di daerah konflik. Mereka harus dibekali dengan asurasni dan pelatihan melakukan peliputan saat konflik pecah.

Koordintaor Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali Putu Setiawan menegaskan, tidak boleh ada lagi korban dari wartawan yang melakukan peliputan. "Sebagus apapun berita kalau pulang dalam kantong mayat akan tidak ada artinya," tegasnya. Wartawan, kata dia, harus bisa menyeimbangkan antara kemampuan mencari berita dengan menyelamatkan dirinya sendiri.

Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Agus Indra Udayana dari Pesantian Asrham Gandhi Bali dengan tradisi Hindu. Setelah itu, para wartawan menandatangani spanduk yang bertuliskan "Stop Kekerasan terhadap Wartawan". Selanjutnya spanduk dipasang di Jalan Diponegoro Denpasar disertai dengan karangan bunga. Para jurnalis lalu diberi kesempatan melakukan aksi tabur bunga. (sumber)

Top